๐ŸŒฟ MOTIF TENUN IKAT DAYAK KAPUAS HULU

Ikat Akar Uwi

Akar Uwi adalah motif tenun ikat Dayak dari Kabupaten Kapuas Hulu. Dalam ETNOSTATS-AR, unsur visual pada kain (sulur akar, motif tengah, ornamen kecil, dan border tepi) dihitung sebagai data kategori untuk belajar penyajian data: tabel frekuensi, persentase, dan diagram.

Ikat Akar Uwi
๐ŸŒฟ Tenun Ikat Dayak โ€ข Kabupaten Kapuas Hulu

๐Ÿ“– Tentang Tenun Ikat

Tenun ikat Dayak di Kapuas Hulu dibuat perempuan penenun. Motifnya terinspirasi dari tumbuhan, hewan, fenomena alam, hewan mitologi, manusia kayangan, hingga alam mimpi (Kompas.com, 2025). Banyak penenun memakai pewarna alami dari daun, kulit kayu, dan akar (Mongabay, 2017).

๐ŸŒฟ Tentang Motif Akar Uwi

Dalam materi ETNOSTATS-AR, motif ini digambarkan menyerupai sulur akar tanaman uwi yang menjalar, dimaknai sebagai pertumbuhan dan keterhubungan antargenerasi. Makna ini belum kami temukan pada sumber tertulis, jadi perlu dikonfirmasi ke penenun. Sebagai pembanding, di Ensaid Panjang, Sintang, ada motif langgai uwi, tumbuhan yang dulu dipakai leluhur mengikat tiang rumah agar kuat (Kompas.id, 2017). Apakah keduanya sama belum dapat dipastikan.

๐Ÿ“Š Ikat dan Etnostatistik

Pola yang berulang, simetri, dan unsur-unsur motif dapat dihitung frekuensinya. Dari situ peserta didik berlatih menyusun tabel frekuensi, menghitung persentase, dan menentukan sudut sektor diagram lingkaran.

๐Ÿ“š Ikat Akar Uwi dan Penyajian Data

Unsur visual motif adalah data kategori, cocok untuk belajar distribusi frekuensi.

๐ŸŒฟ Data Sumber dan Data Simulasi

Tidak ditemukan publikasi yang mencacah unsur visual kain motif Akar Uwi, sehingga frekuensi pada halaman ini (18, 14, 10, dan 6) adalah data simulasi untuk latihan, bukan hasil pencacahan yang dipublikasikan. Informasi yang berasal dari sumber hanyalah pewarna alami penenun Kapuas Hulu, yang ditampilkan terpisah sebagai konteks.

๐Ÿ” Pengamatan Visual Motif

Deskripsi visual dari materi ETNOSTATS-AR, berdasarkan pengamatan pada foto kain. Bukan kutipan dari sumber tertulis.

โžฐ Sulur Akar

Motif utama menyerupai sulur yang menjalar dan saling terhubung, paling dominan di bagian tengah kain.

๐Ÿ“ Simetri dan Pengulangan

Pola tersusun berulang dan simetris sehingga ornamen kiri dan kanan tampak seimbang.

๐Ÿงต Border Tepi

Bagian tepi dihiasi garis vertikal sebagai pembatas yang memperkuat struktur motif.

๐ŸŽจ Warna Dominan

Tiga warna utama: coklat merah, hitam, dan putih krem.

๐Ÿ”Ž Data Acuan dari Sumber

Sumber warna alami pada tenun penenun Kapuas Hulu menurut Mongabay (2017), dari Dusun Kelayam, Desa Manua Sadap, Kecamatan Embaluh Hulu. Informasi kualitatif, bukan frekuensi, dan belum tentu sama dengan warna kain Akar Uwi pada halaman ini.

WarnaSumber Pewarna Alami
MerahDaun engkerebai atau kulit kayu beting
Hitam kebiruanDaun kemunting dan daun rengat
KuningAkar mengkudu

๐Ÿ“Š Data Simulasi Unsur Motif

Jumlah unsur visual yang teridentifikasi pada motif Ikat Akar Uwi. Data ini simulasi, bukan hasil pencacahan lapangan.

Unsur MotifFrekuensi (f)Frekuensi RelatifPersentaseSudut (ฮธ)
Sulur Akar180,37537,5%135ยฐ
Motif Tengah140,29229,2%105ยฐ
Ornamen Kecil100,20820,8%75ยฐ
Border Tepi60,12512,5%45ยฐ
Total (n)481,000100%360ยฐ

Frekuensi relatif dan persentase dibulatkan; jumlah sebenarnya tepat 1 dan 100%.

๐Ÿ“ˆ Analisis Statistika

Membaca tabel distribusi frekuensi dari data simulasi (n = 48).

48
Total unsur (n)
4
Kategori unsur
37,5%
Sulur Akar (terbanyak)
135ยฐ
Sudut sektor Sulur Akar

๐Ÿ“– Interpretasi Data

Unsur yang paling banyak adalah Sulur Akar, yaitu 18 dari 48 atau 37,5%, dengan sudut sektor 18/48 ร— 360ยฐ = 135ยฐ. Unsur paling sedikit adalah Border Tepi, yaitu 6 atau 12,5% (sudut 45ยฐ). Urutannya Sulur Akar, Motif Tengah, Ornamen Kecil, lalu Border Tepi. Jumlah sudut seluruh sektor adalah 360ยฐ.

Karena unsur motif adalah data kategori, diagram batang atau diagram lingkaran adalah penyajian yang tepat. Datanya simulasi, jadi kesimpulan ini hanya untuk latihan.

๐Ÿ“š Latihan Statistika

Modus: kategori dengan frekuensi tertinggi adalah Sulur Akar. Rata-rata frekuensi per kategori: 48 รท 4 = 12. Median frekuensi: data terurut 6, 10, 14, 18, sehingga mediannya (10 + 14) รท 2 = 12.

Catatan: untuk data kategori, modus adalah ukuran yang bermakna. Rata-rata dan median di atas hanya menggambarkan jumlah unsur yang tipikal per kategori, sebagai latihan menghitung.

๐Ÿ“‰ Diagram Unsur Motif

Diagram batang dan diagram lingkaran dari data simulasi.

๐ŸŽ“ Aktivitas Pembelajaran

1๏ธโƒฃ Observasi

Amati jumlah pengulangan motif akar, warna dominan, dan bentuk ornamen pada kain.

2๏ธโƒฃ Klasifikasi

Kelompokkan unsur ke dalam kategori sulur akar, motif tengah, ornamen kecil, dan border tepi.

3๏ธโƒฃ Visualisasi

Sajikan hasil pengamatan dalam tabel frekuensi, diagram batang, dan diagram lingkaran.

๐Ÿชข Motif Ikat dan Kerajinan Lain

Motif ikat lainnya dan kerajinan lain dalam koleksi ETNOSTATS-AR.

๐Ÿ”Ž Sumber dan Catatan Data

๐Ÿ“š Rujukan

Mongabay Indonesia. (2017, 19 Maret). Merawat budaya adat dengan tenun kain alami. mongabay.co.id

Kompas.com. (2025, 7 Agustus). 70 tahun tumbuh bersama Indonesia, Kawan Lama Group berdayakan perajin tenun Iban di Kapuas Hulu (advertorial). lestari.kompas.com

Kompas.id. (2017, 9 Mei). Weaving a life in traditional Ensaid house. kompas.id

Catatan: tidak ditemukan sumber yang menjelaskan makna motif Akar Uwi secara khusus maupun yang mencacah unsur visualnya. Tabel frekuensi, persentase, sudut, latihan statistika, dan semua diagram adalah data simulasi untuk pembelajaran, bukan temuan penelitian, dan tidak boleh dikutip sebagai data empiris. Deskripsi visual dan makna motif berasal dari materi ETNOSTATS-AR dan belum bersumber tertulis. Satu-satunya informasi dari sumber adalah pewarna alami (Mongabay, 2017) dan gambaran umum motif tenun (Kompas.com, 2025), keduanya kualitatif.

๐Ÿ“ฑ Integrasi ETNOSTATS-AR

Pindai marker Ikat Akar Uwi untuk menampilkan objek tenun, diagram unsur motif, dan materi penyajian data dalam Augmented Reality.